Dagang vs Karyawan, dua perkejaan yang memiliki tanggung jawab besar. saya coba menceritakan apa pengelama sedikit saya dengan profesi dagang dan karywan yang sudah saya alami dua-duanya.
peramata saya akan mecoba menceritakan menjadi pedagang, sebenarnya saya mulai berdagang dari SMA saat itu saya sekolah dilingkungan pesantren tepatnya di Cirebon. dengan kultur pesantren yang memaksa santri tidak boleh membawa hp saya memilik inisitafi untuk menjadi penampung Hp teman-teman saya karena pondok pesantren saya tidak seketat mereka, lalu berapa upahnya saya tidak memungut upah waktu itu tapi saya lebih berfikir kultur mereka yang hobby jual hp kalau tanggal tua. nah disitu saya belajar dagang yang benar-benar memilik penghasilan dengan menampun hp yang akan dijual teman saya. mereka menjual hpnya dan saya beli setelah awal bulan mereka membeli hp itu lg kesaya, namun biasa saat itu mereka lebih suka tukar tambah contoh seperti hp nokia 6600 ditukang dengan N70, untungannya lumayan jika mereka beli Hp mereka lagi saya untung 50rb sedangkan tukar tambah saya bisa untung 100-300 rb. dari pengalaman saya tadi saya mengeri kunci dagang itu satu mampu melihat peluang setelah itu kita lakukan dengan jujur.
Saat kuliah saya mulai memiliki insting untuk berdagang, waktu itu saya dangang buku kuliah. untungnya sangat lumayan dari semester 2 mulai dagang buku sampai lulus saya tidak pernah meminta uang buku kepada ibu saya income persemster saya bisa untung 1jt. waktu itu saya menganggap dagang hanya iseng-isengan tidak serius.
kuliah selesai sama dengan mahasiswa yang lain saya mencoba mencari kerja namun tak kunjung menemukan pekerjaan. saat itu saya mulai putus asa, merasa tidak berguna saya fix ngangur 6 bln itu rasanya kayak mau kiamat. hahaha boleh lah sedikit lebay
Allah memang Maha segalanya menurut saya, terutama Maha On time percaya deh Allah mendengar segala doa kita. pada bulan April 2014 saya diajak teman saya kerumah nya, awalnya saya kira hanya untuk nongrong tapi ternyata tidak dia memperkenalkan saya ke orang tuanya, beliau memiliki usaha sisa baju export alias barang rijek dari pabrik-pabrik seluruh indonesia. belaiu memberikan saya kesempatan untuk berdagang baju rijek sisa export tersebut tanpa modal.
Awalnya saya hanya di kasih 20pc baju dengan berbagai model dan ukuran, tantangan ini saya sambut dengan suka cita. hari itu juga saya membuat toko online saya pertama, awalnya saya benar-benar buta tantang online shop karena saya bukan tipe wanita yang hobby pbeli barang online shop tapi malah mau buat online shop, jika ingat waktu itu saya ingin tertawa. Allah Maha On time sekali lagi hari pertama buka online shop di instagram saya dapat mentor yang sangat expert dalam penjualan online karena teman saya ini kerjaannya beli baju online, menurut dia baju online itu nggak pasaran makanya hobbynya beli baju online karena dia ini lah saya mengerti cara mempromosikan yang baik baju dagangan saya.
Kurang dari 1 minggu saya sudah mampu jual 20pc, terus penjualan saya semakin pesat hingga dalam satu bulan saya menghabiskan minimal 100pc maximal 300pc dengan untuk perpotong baju 30rb.
hitung sendiri ya keuntungan saat itu sangat cukup untuk kebutuhan saya sehari-hari tanpa minta orang tua lagi.
keutungan dalam berdagang kita mengatur segala hal sendiri, waktunya yang sangat fleksibel, pendapatan yang besar jika kita mau berusaha dan selalu berinovasi.
berjalan hampir 8 bulan kemudian brand yang laris manis saya jual stock barang baru mulai susah, akhirnya saya pindah haluan di bulan ke 7 menjadi karyawan.
Gaji karyawan saya tidak seberapa dibandingkan usaha online saya, namun banyak pembelajaran yang saya dapat menjadi karyawan.
pertama belajar untuk di perintah, pembelajaran pertama ini membuat saya sadar akan tanggung jawab saya untuk mengatur waktu, dulu saat saya masih berdangang saya yang mengatur waktu saya sendiri, namun saat menjadi karyawan bos saya yang mengatur waktu saya.
kedua deadline , saya harus belajar memuat deadline dalam bekerja bukan berarti di perdagang tidak ada deadline ada namun konsidinya masih tidak di bawah tekanan bos. hal ini memberikan pembelajaran bagaimana menghadapi deadline yang ketat dari atasan kita. Saya saat ini menjadi staff oprational di perusahan pemotongan kapal untuk di pasuk kepabrik besi, tugas saya memantau dan mengkonsidikan dengan pegawai lapangan untuk setiap harinya sesuai dengan target.
ketiga mengontrol emosi pegawai lapangan, disni lah tantangan yang sangat besar saya hadapi, saya harus memberikan target yang ketat kepada pegawai lapangan yang kadang konsidis disana sangat tidak nyaman dan akhirnya membuat pegawai tersebut memiliki emosi yang kurang terkontrol, dengan kondisi tersebut saya harus memiliki jurus-jurus jitu untuk tidak memancing emosi mereka agar target yang saya miliki tercapai dan jujur ini sangat sulit sakali.
Penjelasan diatas poinnya menurut saya ialah kita tidak bisa hanya menjadi pedagang kenapa ? karena jika kita dari awal hanya menjadi pedangang kita tidak akan merasakan tekanan dari orang lain, tidak akan tau kekurangan dan kelebihan management perusahan orang lain. contoh hal-hal ini yang akan membatu usaha kita lebih maju karena kita sudah pernah mengalami menjadi karywan susahnya jadi karyawan sudah tau, apa yang harus dicontoh dari perusahan waktu kita berkerja dl. jadi saat usaha kita maju dan menjadi sebuah perusahan kita sudah tau langkahnya bagaimana menghadapi karyawan.
namun jika kita tidak ingin menjdai pengusaha,anda merasa lebih suka menjadi karyawan, jika itu pilihan anda harus lebih giat lagi dalam bekerja, tunjukan potensi anda, lakukan yang terbaik dan jangan pernah menyerah.
SALAM.
0 comments:
Post a Comment